Lima truk bantuan Sukoharjo untuk pengungsi erupsi Semeru berangkat menuju Lumajang
Pemkab Sukoharjo, Jawa Tengah mengirim bantuan sebanyak lima truk untuk pengungsi korban erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Elshinta.com - Pemkab Sukoharjo, Jawa Tengah mengirim bantuan sebanyak lima truk untuk pengungsi korban erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan ini merupakan sumbangan kolektif dari para kepala desa dan perangkat desa se-Sukoharjo dan juga dari pemerintah daerah. Bentuk bantuan berupa barang kebutuhan dasar seperti pangan, obat-obatan dan pakaian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukohar,jo, Sri Maryanto mengatakan, pemerintah daerah sudah saling berkoordinasi antar kepala daerah sebelum mengirimkan bantuan.Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan korban erupsi di pengungsian. Barang barang yang dikirim ini masuk ke pusat pengelolaan bantuan di Pemkab Lumajang, untuk selanjutnya didistribusikan oleh pengelola ke titik titik pengungsian sesuai dengan kebutuhan dilapangan.
"Truk truk ini hanya akan mengirimkan bantuan ke pusat pengelola bantuan dan mereka yang akan mendistribusikan," kata Sri Maryanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (13/12).
Sri Maryanto menambahkan, bantuan yang dikirim oleh Pemkab Sukoharjo, ini dihimpun paguyuban kepala desa dan perangkat desa. Penyediaan barang barang yang dibutuhkan pengungsi sesuai koordinasi antar wilayah. BPBD Sukoharjo sendiri yang langsung mengawal dan menyerahkan bantuan karena iring-iringan kendaraan yang cukup panjang.
"Bantuan yang kami kawal mengangkut berbagai barang seperti beras, makanan instan, kebutuhan anak dan perempuan, kebutuhan sanitasi, pakaian, selimut dan obat obatan," bebernya.
Terkait perbantuan personel, Sri Maryanto menyampaikan pihaknya tidak mengirimkan relawan. Tetapi memang ada relawan tanggap bencana yang berangkat secara mandiri ke lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Rata rata mereka bergabung dengan tim SAR atau organisasi tanggap bencana lokal yang sudah terlebih dahulu berada dilokasi. Kebutuhan personel ini nampaknya sudah bisa diantasi oleh pemkab setempat karena tidak ada permintaan bantuan personel secara resmi ke Sukoharjo.
"Untuk personel yang dibutuhkan relawan dengan keahlian mengoperasikan alat berat karena penanganan sudah menggunakan alat berat," tutupnya.